Kamis, 09 September 2010

Ada Dua Kesalahan Dalam Merayakan Idul Fitri

Ada dua hal yang penulis ingin sampaikan melalui tulisan ini yaitu kesalahan dalam memahami atau merayakan Idul Fitri, yaitu :
1. Takbiran Dimalam Hari Raya Idul Fitri
Sudah menjadi kebiasan bagi kaum muslimin khususnya di Indonesia merayakan malam idul fitri dengan takbiran, padahal takbiran di malam idul fitri tidak dijumpai satu hadits pun bahkan dalam kitab-kitab tafsir atau fiqh yang menjelaskan adanya takbiran di waktu malam idul fitri tetapi yang bisa kita temukan dalam kitab-kitab hadits, kitab tafsir dan juga kitab-kitab fiqh bahwa takbiran idul fitri itu dikomandankan pada saat kaum muslimin hendak berangkat menuju tempat shalat. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam kitab Sunan al-Kubra dari Ibnu umar bahwa mereka mengomandankan takbiran pada saat mereka berangkat menuju tempat shalat id. Inilah sunnah yang diamalakan oleh para sahabat Nabi SAW. Selain itu ada kebiasaan yang lebih menghebohkan yaitu bertakbiran sambil dangdutan disertai dengan joget-jogetan, dengan dimikian ini adalah mencampuri antara haq dan batil. Ucapan takbiran itu adalah ucapan yang haq sedangkan dangdutan dan joget-jogetan adalah kemungkaran yang amat batil. Oleh karena itu takbiran disertai dengan dangdutan tidak pernah dikerjakan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW.
2. Ucapan Tahniyah
Yang dimaksud dengan ucapan tahniyah adalah ucapan yang diucapkan setelah idul fitri. Adapun ucapan yang diajarkan oleh para sahabat Nabi SAW adalah "Taqobballohu Minna wa Minkum". Adapun ucapan minal aidin wal Faiziin tidak pernah diucapkan oleh para sahabat Nabi SAW dan juga tidak diajarkan oleh para ulama kita, misalnya Imam Malik, Imam Syafii, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad, mereka tidak mengajarkan kalimat tersebut. Oleh karena itu sebaik-baik ucapan adalah "Taqobballohu Minna wa Minkum.
Selain itu ada juga kesalahan yang lain yaitu memahami bahwa minta maaf itu hanya dikhususkan pada saat idul fitri, bila dimikian maka bertentangan dengan hadits dari Aiyub bahwa Rasulallah bersabda tidak dihalalkan bagi seorang muslim memboikot/ saudara muslim yang lain selama 3 hari -3 malam. Berdasarkan hadits ini, bila kita mempunyai satu kesalahan sesama muslim yang lain maka kita harus cepat-cepat minta maaf dan kita di batas selama 3 hari, berarti lebih dari 3 hari tidak dibenarkan memboikot saudaranya apala lagi 1 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar